Awali Dari Diri

Awali Dari Diri
Awali Dari Diri

Siang ini, saya baru pulang ngajar dari SMA tempat Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di daerah Teras, Boyolali, Jawa Tengah. Saya masih harus kuliah jam 3 sore, padahal pulang SMA jam 13.30 WIB dan perjalanan SMA ke kampus hampir satu jam, itupun kalau tidak macet. Capek? Itu pasti. Di dalam kelas, saya hanya melamun, tidak bisa konsen kuliah. Ada satu hal yang mengganjal dalam pikiran saya, Laporan Observasi (LO) PPL harus segera jadi dan dikumpulkan sebelum ujian PPL. Sebenarnya sudah 75% jadi, tetapi saya berhenti sejenak di halaman persembahan.

Halaman persembahan, berisi tentang untuk siapa saja LO itu ditulis; Tuhan jadi nomor satu, keluarga sudah pasti, sahabat… harus dong, teman PPL maupun teman kampus juga. Nah, satu hal yang mengganjal; mendengar perbincangan teman yang pengen nulis nama pacarnya di LO itu.

Saya tidak punya pacar, tapi bukan itu yang jadi masalah. Masalahnya adalah saya teringat kisah saya yang pernah PDKT sama seorang cewek, tapi setiap di sms, terkadang di tengah sms menghilang tanpa jejak, itu sih masih beruntung dia mau balas sms. Dalam hati, pengen banget sih dia bales sms saya, apalagi balas cinta saya.

Hm… Muncul sebuah pertanyaan dalam pikiran saya, “bisa ga ya, merubah pikiran atau sifat seseorang agar menjadi seperti yang saya inginkan?

Memikirkan pertanyaan itu, saya teringat sebuah ilustrasi :
Ada seorang pemuda yang ingin merubah dunia, dia memiliki tekad yang kuat, jiwa yang membara, berapi-api. Tetapi lambat laun dia sadar; untuk merubah dunia itu, bukan pekerjaan yang mudah, diapun mengubah keinginannya; dia ingin mengubah negaranya. Bertambahnya usia, membuat tubuhnya semakin lelah, diapun sadar kalau mengubah Negara membutuhkan banyak tenaga, sekali lagi dia merubah keinginnannya, “aku ingin merubah sesuatu yang dekat denganku; keluargaku”. Setelah beberapa lama, dia merasakan; ternyata merubah seseorang itu bukan hal mudah, bahkan untuk keluarganya sendiri. Saat usianya mulai senja, dia baru menyadari satu hal; “ aku tidak akan pernah bisa mengubah orang lain, jika aku tidak bisa merubah diri sendiri, caranya yaitu dengan memberikan sedikit contoh dan menjadi teladan bagi orang lain. Mulai saat ini aku akan mengubah diriku agar bisa mengubah keluargaku, negaraku, bahkan bisa merubah dunia.

Dari ilustrasi tadi, saya bisa menemukan jawaban dari pertanyaan saya. Dengan memberikan contoh yang baik, bisa merubah sifat, sikap atau pikiran orang lain. Jadi gini, misalnya saya tidak ingin dipukul, maka saya belajar untuk tidak memukul, saya tidak ingin dipanggil dengan nama ejekan, maka saya tidak akan memanggil teman saya dengan nama ejekan, jika ingin sms saya dibalas, maka sebisa mungkin saya harus membalas sms yang masuk ke inbox saya. Saya ingin dicintai, so… saya harus mencintai.

Dari sini saya mengambil sebuah kesimpulan : “jika ingin orang lain melakukan sesuatu untuk saya, maka saya harus melakukan sesuatu itu terlebih dahulu kepada orang lain.

Tetapi di dalam benak saya, muncul lagi sebuah pertanyaan, “bagaimana cara mengubah diri saya sendiri?

Mengutip dari skripsi saya; “Belajar adalah suatu proses berbagai tindakan dan langkah untuk merubah perilaku anak didik, dimana perubahan-perubahan tersebut dapat diamati secara nyata.

Jadi mengubah tindakan, sikap, atau perilaku itu disebut dengan belajar. Misal dari ilustrasi diatas; Tanpa disadaripun, sebenarnya orang itu sudah mengubah dirinya sendiri karena dia sudah belajar dari kesalahan di masa lalunya.

Saya mengambil kesimpulan : “belajar dari hal yang pernah saya alami dan berusaha untuk memperbaikinya itu adalah cara untuk mengubah diri saya.

Namun, tidak semudah itu juga, perubahan yang dilakukan terkait oleh 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal berasal dari orang lain, misal dari keluarga, teman, juga pacar. Sedangkan yang paling penting adalah faktor internal; yaitu kemauan dari diri sendiri. Walaupun banyak mendapat dukungan dari orang lain, jika diri sendiri tidak mau berubah sama halnya dengan makan tapi ga mau buka mulut.

Kesimpulan yang terakhir adalah : “kemauan dan usaha adalah faktor utama untuk merubah sesuatu.

Hm… berarti saya juga harus mulai merubah diri saya, kembali konsen kuliah dan semangat buat LO, ga ada pacar, no problemo… atau kata Bob Marley “NO WOMAN NO CRY

Okey! SEMANGAT SMANGAT

Not need to know.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
Anonim
AUTHOR
9 November 2010 pukul 18.38 delete

apik steph..hehe...
serasa baca something yg dtulis sm org pro aja kie..
tingkatkan ya..semngat jg..
tau ga LO q baru 10% lhoh haha...

Reply
avatar